Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop

Sebelum memahami lebih lanjut masalah pada mainboard laptop, perlu di ingat terlebih dahulu mengenai dasar laptop, sebab dengan mengunakan pemahaman dasar akan lebih memahami jalur - jalur supply yang akan kita cek selajutnya. 

Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Masalah motherboard rusak dan sistem sinyal voltase baik setiap tegangan tunggal dan pengukuran voltase perlu di pahami untuk menentukan di mana kerusakan atau voltase tersebut hilang.Untuk mempersempit pencarian tegangan hilang dan sinyal supply, membagi kedalam beberapa bagian:

1. motherboard mati total

Di tandai dengan tidak hidupnya led indikator sama sekali, tidak ada kipas bergerak, tidak ada supply tegangan. Motherboard membutuhkan tegangan adaptor antara 12V,15V,16V,18.5V,19V,20V tapi yang sering di gunakan kisaran 18v sampai 19v juga 3V dan 5V untuk tegangan VALW (volt always / powersupply utama ) power supply yang di butuhkan. Sehingga tanpa ADP ini + motherboard tidak mungkin  hidup. 
Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Dimulai dengan mengunakan multitester untuk untuk mengecek tegangan  pasokan kelangsungan adaptor P ( positif ) channel MOSFET transistor (FET ADP ini) berakhir sampai ke P MOSFET transistor untuk fet baterai. sehingga Kontribusi listrik hal ini disebut Main sirkuit garis power supply VALW.Mengenai skematik memastikan motherboard sampai memahami jalur ke  IC charger dan jejak mulai dari DC jack ke ADP terusan P MOSFET atau motherboard yang sama memakai Induktor atau Dioda untuk menggantikan transistor di sirkuit. Memastikan pasokan kelangsungan Adapter untuk charger IC pada bagian regulator.

masalah umum yang terjadi pada bagian  ini menjadikan beberapa Fuse cut atau nama lain skring pada mainboarb tegangan adaptor atau beberapa kerusakan transistor P channel. Soal penyebab pada tegangan sementara Charger IC mendeteksi tegangan lebih pada AC_IN . Jika Charger IC terdeteksi lebih Tinggi pada Acin pin Charger IC akan terjadi kosleting atau kata lain terbakar, terkadang hal ini di tandai dengan adanya arus balik pada bagian tersebut. sehingga mendorong grounding pada analog pada Adapter arus masukan pin pada kenyataanya untuk memblokir Adapter Voltage melalui VALW resistif filter. Kalau mengunakan adaptor adjustmen akan terlihat sekali penurunan tegangan dengan kata lain kalau posisi tegangan di 19v akan menurun, bahkan sampai 0 sampai 1v. Ini membuktikan bahwa rangkaian pada bagian regulator mainboard ada yang rusak.

VALW ( tegangan utama ) korsleting 

Adapter akan di tandai dengan Blinking atau drop, Tegangan akan kelihatan turun seperti yang saya bahas di atas, tidak ada gerakan sama sekali (motherboard Mati korsleting) dengan ini kembali tiba dari VALW jalur utama pasokan listrik. Memeriksa ini bisa anda lakukan pada rangkaian skematik dengan membuka halaman Charger IC dan melacak komponen untuk di urutkan pada VIN dan VBAT + bagian. Menemukan korsleting dengan di mulai ke  semua komponen mempunyai Cathoda dan anoda pada komponen yang mempunyai pin terhubung ke grounding .Sehingga akan mengetahui di bagian mana yang terjadi korsleting. 
Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Untuk itu saya sarankan mengunakan adaptor adjustment, sehingga akan memahami di bagian mana tejadi arus pendek, dengan di tandai pada komponen tersebut kondisi panas. Tapi jangan anda langsung esekusi, sebab bisa saja terjadi pada arus sebelum atau sesudah komponen tersebut. Alangkah baiknya anda cek tegangan terlebih dahulu pada daerah sekitar komponen yang panas tersebut. Dengan membaca skematik pada mainboard yang bersangkutan. Untuk lebih jelasnya saya akan membuatkan panduan cara membaca skematik laptop, untuk pembahasan selanjutnya.

Memahami tegangan pada 3V dan 5V 

Voltage utama di mulai dari VIN pada tegangan adaptor sedangkan  B + pada bagian ketika memakai baterai laptop, kalau tidak mengunakan baterai sementara tegangan B+ kita abaikan terlebih dahulu. Tegangan DC / DC utama masukan catu daya pin untuk mengetahui Vin dan output pin cal LDO untuk menghasilkan tegangan pada S_5 dan membuka gerbang awal pada tegangan yang menghasilkan 3V dan 5V untuk memasok sistem sirkuit secara keseluruhan. 
Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Untuk titik ukur pada sistem 3V dan 5V ini berada di induktor. Ada beberapa dari motherboard memakai tegangan 3 dan 5V tidak hadir sebelum di switch on atau kata lain di hidupkan,Sedangkan mainboard yang lain 3 dan 5V sudah hadir sebelum switch on. 

Untuk memastikan tegangan tiba sehabis saklar cek VSB (Voltage sw_Btn) tersedia, 3V_EC dan 3V Bios Chip VCC untuk 3V. jika mereka tidak hadir lebih baik untuk memastikan firmware EC pertama sebelum menyidik kegagalan sirkuit. 

Jika di tekan tombol switch tidak ada tegangan yang masuk atau kata lain mati total.

Ada beberapa saklar sistem yang ditemukan untuk pembuatan sirkuit yang berbeda.mengukur tegangan beralih pada salah satu saklar tombol pin, sebelum saklar ada tegangan yang tersedia untuk 17v atau 19V berasal dari 51_ON # dan sehabis saklar daya switching (VSB) 3.3V menggantikan 51_ON # pasokan dari EC_ON # salah satu pin Tertanam kontroler sehingga untuk on / mode off. Sistem Switching korsleting saklar ke grounding, sementara korsleting VSB (Voltage Beralih Button) menjadi nol volt dari 3,3V_vsbc menggantikan 51_ON # 17-19V menjadi 3.3V.This sinyal yang dibaca oleh kontroler tertanam untuk mengaktifkan atau mematikan sistem.


Sistem lain yang dipakai 3 atau tombol 5V saklar VSB .Ini merupakan sistem dengan jalan membaca sinyal kurva .Ketika tegangan  3v atau 5V korsleting ke grounding oleh tombol switching, Tegangan 3V akan turun ke nol volt (selama 1 detik) EC akan bereaksi terhadap daya pada sistem dan ketika tegangan 3v atau 5V korsleting selama lebih dari 3 detik, EC akan bereaksi untuk mematikan sistem. Pastikan sistem ini berjalan dengan baik di samping menyidik EC Bios, Firmware berjalan pada EC ini dan EC berjalan dengan baik. Jika hal ini tidak terjadi maka akan beralih juga ke NBPWR_BTN # atau apa yang pernah pin yang disebut. jika sinyal ini hilang program semua sistem di atas diperiksa dengan baik, daya switching pada sistem tidak akan bekerja.

2.Tidak tampil dilayar monitor

Jika hal tersebut terjadi maka ada kemungkinan kerusakan pada masalah internal atau kata lain pada mainboard dan eksternal atau kata lain perangkat pendukung. 
Tidak tampil dilayar monitor,Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Ada 3 perangkat yang harus anda pahami sehingga akan mengetahu voltase mana yang short atau arus tersebut hilang. Yang jelas pasti sistem tersebut terjadi setelah melewati jalur bios, terus apa sajakah yang menjadi solusi untuk mengukur tegangan tersebut: 

A. Prosesor 
Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Pada bagian VGA mainboard tidak tampil sama sekali atau anda bisa cek bagian chipset VGA. Nama Tegangan sendiri pada bagian  VCCORE atau CPU Core dan memungkinkan sinyal yang disebut VR_ON atau V_RON sebagai pemicu dari bagian controller (EC) untuk mengaktifkan atau menonaktifkan VCCORE IC .Processor membutuhkan catu daya lebih besar dari 1.05V tetapi beberapa prosesor AMD hanya perlu Tegangan lebih besar dari 0.9V.

B.SODIM 
Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Tegangan pada bagian Sodim disebut VCCRAM. Ada 2 arus yang mensupply pada bagian sodim. Tegangan yang mensupply 1.5V dan 0.75VTT untuk DDRIII dan 1.8V_0,9VTT untuk DDRII. Untuk memahami skema dan menemukan VCCRAM / VTT titik pengukuran untuk memastikan sodim ada tidaknya tegangan dengan baik.

C.CHIPSET (SB / NB / VGA) 
CHIPSET (SB / NB / VGA) ,Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Chipset tegangan sendiri disebut VCCP. Ada sistem power supply yang sangat kompleks. Chip perlu 19VALW / 3VALW / 3V-1.2V-1.05V.Chipset sendiri juga mempunyai RAM dan membutuhkan tegangan untuk bekerja ke berbagai macam pengukuran pada titik pada chipset dengan membuka langkah - langkah chipset pada skema atau dengan jalan mengecek tegangan nyata untuk motherboard tertentu. Sinyal konfirmasi Chipset ok pada chip PWRGOOD untuk 3.3V atau toleransi 10%


3. Power hidup dan kembali mati 
Power hidup dan kembali mati,Mengenal bagian - bagian mainboard Laptop
Di tandai dengan Led Indikator hidup setelah itu mati lagi. 
Gejala ini terjadi lantaran Over Heat (Perlindungan Thermal), kelebihan pasokan tegangan yang terjadi pada bagian terentu sehingga kompone ada yang terasa panas. Sehingga ada lonjakan atau ada kekurangan pada VS line. 

Processor dan Chip yang paling banyak melakukan asumsi daya, melihat Vcore dan VCCP baris sirkuit, sirkuit mempunyai arus untuk menyediakan kedalam beberapa kapasitor untuk mengantisipasi tegangan yang melonjakan selama boot proses. Masalah lain dari penurunan tegangan yaitu beberapa korsleting di VS line, sehabis saklar di VS yang sedang berjalan, 1 atau lebih VS baris menerima umpan balik yang disebabkan power down dan shutdown sistem.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel