Teknik Flash Firmware Bios Laptop, Atasi Kinerja PC Yang Lambat
Kamis, 12 Desember 2019
Seiring berjalannya waktu, tentu sebuah
laptop mengalami penurunan dalam kinerjanya. Hal tersebut bisa saja dikarenakan
hardware maupun software yang bermasalah. Adanya berbagai masalah yang ada pada
laptop, bisa diatasi dengan teknik flash firmware bios laptop. Bagi orang awam
dunia teknik dan jaringan tentu bingung dengan istilah tersebut. untuk
mengetahui mengenai teknik tersebut, simak ulasannya berikut!
Mengenal Bios
Pada Laptop
Basic Input Output System atau yang
lebih dikenal dengan istilah BIOS merupakan sebuah sistem yang membantu dalam
melakukan sebuah operasi sistem. Pada saat laptop menyala pertama kali, tentu
hal tersebut karena bios telah berjalan. Dengan memerintah pada RAM dan juga
Processor untuk memeriksa boot option.
Pada umumnya bios ini terletak pada
sebuah chip memori yang terbuat dari sebuah bahan bernama CMOS. Dengan kata
lain bios ini juga merupakan sebuah sistem yang menyediakan instruksi pada
sebuah laptop maupun komputer. Banyak sekali komponen yang ada pada bios ini,
tak heran sistem yang satu ini memegang peranan yang sangat penting dalam
kinerja perangkat.
Sekilas Tentang
Flash Firmware Bios
Pada dasarnya antara flash dan juga
firmware ini merupakan hal yang berbeda. Flashing merupakan sebuah langkah
untuk menginstall ulang komputer maupun laptop. Sebuah perangkat komputer tentu
memiliki hardware, dalam sebuah hardware terdapat sebuah software. Adanya
proses mengganti atau menginstall ulang software tersebut yang disebut dengan
proses flash atau flashing.
Lain halnya dengan firm yang lebih
dominan pada meng-upgrade menjadi sebuah perangkat yang lebih bagus dan
juga lebih stable. Sebagai contoh adanya upgrade dari windows vista menuju
windows 7. Atau yang kini lebih stabil dan juga terbaru yaitu dari windows 8
menuju windows 10. Tentu adanya upgrade tersebut bisa menjadikan kinerja yang
lebih mantap.
Untuk bisa menjadikan laptop memiliki
kinerja yang lebih stabil dan juga cepat, tentu teknik flash firmware bios
laptop ini terbilang penting untuk diketahui. Terlebih ketika laptop sering
hang dan juga lemot, pengetahuan akan teknik flash firmware ini
terbilang wajib agar bisa mengatasi kendala atau masalah pada laptop yang
dihadapi.
Kapan Waktu
Melakukan Flash Firmware Bios?
Sebelum mengetahui teknik flash firmware
bios laptop, tentu harus mengetahui waktu yang tepat untuk menerapkan teknik
tersebut. karena bios menjadi sebuah piranti terpenting, kesalahan dalam
perlakuan bios akan berimbas pada kinerja laptop yang semakin buruk. Karena
melakukan flashing firmware bios merupakan teknik yang bisa digunakan untuk
memperbaiki bug, tentu harus dilakukan secara hati-hati.
Waktu yang terbilang tepat untuk
melakukan flash firmware bios ini yaitu ketika ingin memperbaiki bug yang ada
pada sistem bios itu sendiri. Selain hal tersebut, bisa juga ketika menggunakan
CPU yang jauh lebih baru dibandingkan dengan motherboard yang dipakai sekarang
atau dengan kata lain meningkatkan performa. Dengan adanya flash bios tentunya
akan melancarkan kinerja sistem yang ada.
Persiapan Sebelum Melakukan Flash Bios
Sebelum masuk pada teknik flash firmware
bios laptop tentu perlu mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan
meng-upgrade sistem tersebut. hal tersebut karena jika gagal dalam melakukan
update, bisa jadi laptop tidak berfungsi. Berikut beberapa langkah persiapan
update bios:
- Mempersiapkan
nomor model dan juga seri dari merek laptop atau mainboard jika pc
merupakan rakitan.
- Adanya
koneksi internet untuk melakukan update bios, utility bios serta manual
yang dilakukan.
- Melakukan
backup data penting untuk mengantisipasi ketika gagal dalam melakukan
update
- Adanya
sumber listrik yang tidak akan putus ketika melakukan update untuk
menghindari adanya mainboard yang rusak.
Teknik Flash Firmware Bios Laptop
Setelah mengetahui beberapa persiapan
yang harus dilakukan, saatnya untuk menerapkan segala teknik yang ada untuk
melakukan upgrade pada bios laptop. Bagi laptop yang masih nyala atau bahkan
sebaliknya, terdapat penerapan cara yang berbeda. Selebihnya simak ulasannya
berikut:
A. Melakukan Untuk Laptop Yang Masih Nyala
Teknik flash firmware bios laptop yang
masih nyala terbilang lebih mudah dibandingkan dengan laptop mati. Berikut
beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Mengenali bios yang terpasang pada laptop
Untuk bisa mengenali versi yang ada bisa
dengan klik start, Screen, ketik msinfo32. Atau bisa juga dengan menggunakan
fungsi run kemudian ketik msinfo32. Pada jendela system information, dengan
memilih system summary yang ada pada tampilan. Dengan cara tersebut entry bios
version atau nomor seri akan muncul. catatlah untuk memilih file update yang
ada.
2. Mencari File Update Bios
Langkah mencari file tersebut dengan
dengan cara masuk halaman official dari merek laptop. Temukan model, seri, dan
juga type dari laptop yang digunakan pada halaman yang ada. Eksekusi file
update bios yang ada dengan under windows.
3. Melakukan Download Update Bios
Ketika telah menemukan file update bios,
pastikan untuk mendownload updatean file yang hendak digunakan. Untuk lebih
aman ketika mendownload bisa dengan menyimpan pada flashdisk. Matikan aplikasi
seperti halnya antivirus, auto updater, maupun program yang lainnya agar tidak
mengganggu.
4. Menggunakan Ups
Ups atau penambah daya sangat diperlukan
untuk mengantisipasi adanya listrik yang mati. Hal tersebut tentu menjadi
penunjang dalam pengupdatan bios ini.
5. Lakukan Update Bios
Teknik flash firmware bios laptop ini
dapat dilakukan jika telah mendownload versi bios terbaru. Ketika melakukan
update ini, jangan pernah meng-interupsi proses update bios yang tengah
berlangsung. Pastikan prosesnya selesai sempurna hingga muncul tampilan tulisan
yang menunjukkan bahwa proses berhasil.
6. Lakukan Restar Pc
Ketika melakukan restart pc dan booting
berjalan dengan baik, berarti upgrade bios terbilang sukses. Tentunya banyak
perubahan bios yang diperbaharui.
B. Ketika Laptop Tidak Nyala
Meskipun laptop tidak nyala, melakukan flash bios ini bisa untuk dilakukan. Dengan menghapus bios yang lama dan
mengganti pada chip bios yang ada pada motherboard. Untuk melakukan hal
tersebut bisa dengan menggunakan Eprom Programmer. Hal ini mengharuskan untuk
mengangkat chip bios sebelum melakukan hal yang lainnya. Berikut cara yang bisa
dilakukan, antara lain:
- Mengenal
bagian software EZP sebagai Eprom Programmer.
- Mendeteksi
otomatis chip bios dengan meng-klik detect untuk bisa melihat properti
chip.
- Membaca
file bios versi lama dengan meng-klik read
- Backup
file bios yang lama dengan save as
- Hapus
file lama pada chip dengan klik erase
- Pastikan
tidak ada file lama dengan tidak ada tampilan apapun
- Buka
file bios baru yang ada dan pastikan berextensi Rom
- Klik
load dan pilihlah lokasi yang ada
- Proses
flash bios akan berlangsung, klik Prog dengan menuliskan file ke dalam
chip yang baru
- Verifikasi
file bios terbaru dengan baik dengan klik verify
- Jika
prose berhasil, akan tampil penulisan file ROM yang sukses.
Meski banyak keuntungan yang bisa
didapatkan ketika menerapkan teknik flash firmware bios laptop ini, namun tentu
harus ekstra hati-hati ketika melakukannya. Hal tersebut dikarenakan kesalahan
dalam penerapan flash firmware bios akan menjadikan kerusakan pada sistem
kinerja laptop itu sendiri.








