Mengenal dan Mengetahui Cara Membaca Skema Mainboard Laptop
Minggu, 12 Januari 2020
Dalam sebuah laptop atau komputer,
mainboard adalah salah satu bagian yang paling penting keberadaannya. Mainboard
untuk masing-masing laptop atau komputer sangat spesifik sehingga tidak dapat
dipertukarkan. Di dalamnya, terdapat berbagai skema yang menunjukkan detail
gambaran kerja mainboard. Cara membaca skema mainboard laptop sangat penting
untuk semakin mengenali laptop yang dimiliki.
Sekilas Mainboard Laptop
Dalam sebuah komputer atau laptop,
terdapat kumpulan komponen elektronik terpasang dalam sebuah papan sirkuit yang
disebut Mainboard. Beberapa komponen elektronik yang terpasang pada
mainboard laptop antara lain RAM, VGA, Prosessor, dan sebagainya. Setiap
mainboard memiliki kode-kode tertentu yang sangat spesifik antara satu
mainboard dengan mainboard lain sehingga tidak bisa dipertukarkan.
Mainboard laptop memiliki fungsi sebagai
penghubung antar perangkat keras yang ada pada laptop seperti RAM, VGA, Power
Supply, dan sebagainya. Mainboard pada laptop juga memiliki fungsi untuk
mengatur lalu lintas data dari sebuah laptop. Mengingat pentingnya peran
mainboard pada laptop, sangat penting juga untuk mengetahui cara membaca skema
mainboard laptop.
Cara Membaca Skema Mainboard Laptop
Dalam sebuah mainboard laptop terdapat
berbagai macam skema yang menyusun detail-detail gambaran kerja dari mainboard
tersebut. Cara membaca skema mainboard laptop sangat penting, terutama ketika
laptop mulai mengalami masalah. Berikut ini adalah beberapa sistem yang
terdapat dalam sebuah mainboard laptop.
1. System Changer
Sebuah mainboard laptop juga memiliki
system changer yang bertugas untuk mengatur sistem daya di dalam mainboard.
Sistem ini diturunkan dari sebuah IC Charger yang menjadi perangkat untuk
berkomunikasi dengan daya yang masuk ke dalam mainboard, seperti baterai
misalnya. Sistem ini juga mengakomodasi beberapa perangkat lain seperti sensor
suhu, kipas, dan penanda waktu (jam).
Lokasi IC Charger ini berada dekat
dengan soket untuk baterai. Adanya sistem ini membuat sirkuit dalam mainboard
dapat mendeteksi adanya suplai dari adaptor, keberadaan baterai, hingga mampu
mengatur regulasi terhadap sistem daya agar dapat masuk ke dalam rangkaian
sirkuit dengan baik. Sistem ini juga mengatur sensor untuk mendeteksi kapan
baterai harus mulai diisi.
2. System Power
Dalam sebuah mainboard laptop, terdapat
tiga pembagian sistem daya atau powernya. Yang pertama adalah VALW yang menjadi
sumber instalasi utama penyuplai daya untuk sebuah mainboard laptop. Tegangan
VALW yang dibutuhkan agar menghidupkan mainboard laptop berada pada rentang
15-20V. Yang kedua adalah VS atau Power Switch yang muncul setelah laptop
dinyalakan.
Kinerja VS ini diatur oleh transistor
yang menjadi gerbang untuk mengalirkan tegangan. Tegangan pada VS ini
mengontrol berbagai bagian seperti lampu indikator dan untuk boot strap
device. Bagian terakhir adalah Signal yang menjadi pengatur setiap tahapan
masing-masing PCI. Sistem Signal ini diatur menggunakan microcontroller yang
sudah ditanamkan pada mainboard laptop.
3. System Memory / RAM
Sistem Memory atau RAM menjadi sebuah
bagian dalam laptop yang menyimpan data secara sementara selama laptop
digunakan. RAM memiliki fungsi agar laptop dapat meningkatkan kecepatan
prosesnya dengan cara menyimpan berbagai data yang dapat dipanggil kembali.
Semakin besar ukuran RAM pada sebuah laptop, maka semakin baik pula kecepatan
proses laptop tersebut.
Mekanisme RAM ini sangat membantu laptop
untuk melakukan proses selama menyala. Prosesor membutuhkan suplai data dengan
cepat saat melakukan prosesnya. Suplai data ini biasanya disimpan secara
sementara pada RAM yang kemudian dapat dipanggil kembali oleh prosessor ketika
melakukan proses. RAM bisa ditingkatkan kemampuannya dengan cara menambah
kapasitas.
4. System VCC Power
Pada sebuah mainboard laptop, VCC Power
merupakan tegangan yang disuplai untuk prosesor. Untuk menyuplai tegangan pada
prosessor ini, sebuah IC Controller bekerja sama dengan 4 buah MOSFET yang
memiliki fungsi untuk menurunkan tegangan. MOSFET pada komponen ini menjadi
sakelar yang menurunkan tegangan dari 19V menjadi sesuai dengan kebutuhan.
MOSFET ini sangat penting artinya pada
jalur VCC karena dapat menyebabkan laptop mati total jika terjadi korsleting.
Jalur VCC ini memiliki tingkat resistansi yang sangat kecil sehingga jika arus
yang melewatinya terlalu besar, tegangan pada laptop akan hilang. Akibatnya
laptop tidak akan bisa dinyalakan. Oleh sebab itu MOSFET harus bekerja optimal
menurunkan tegangan.
5. System North Bridge
North Bridge atau yang disebut juga
sebagai Memory Controller HUB merupakan sebuah bagian dari mainboard laptop
yang memberikan pengaruh pada kinerja mainboard tersebut. North Bridge sangat
penting perannya dalam cara membaca skema mainboard laptop karena menangani
berbagai bagian penting seperti prosesor, VGA, dan memori utama.
Peran dari North Bridge ini sangat berat
karena terhubung dan mengontrol bagian-bagian penting dalam sebuah laptop.
Bahkan North Bridge pada sebuah laptop juga mengontrol South Bridge, sebuah
sistem yang juga cukup kompleks dan penting perannya. Kinerja dari sebuah
laptop ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana kemampuan sistem North Bridge-nya
.
6. System South Bridge
Sistem South Bridge pada sebuah
laptop merupakan kumpulan dari berbagai chipset yang mengontrol USB, Plug
and Play, menjadi jembatan antara PCI dan ISA, mengontrol bus IDE, hingga
mengontrol mouse, keyboard, dan manajemen daya. Bisa dikatakan, sistem dari South
Bridge ini mengontrol setiap perangkat yang tidak dikontrol oleh North
Bridge.
Sistem dari South Bridge
terhubung ke beberapa bagian seperti PCI Bus, Flash ROM (BIOS) dan tentunya
tersambung dengan North Bridge melalui sebuah internal Bus. South
Bridge menjadi bagian yang harus dipahami dalam cara membaca skema
mainboard laptop. Kinerja South Bridge ini berkaitan dengan setiap fitur
pada mainboard dan bukan kinerja laptop.
7. System VGA Core
VGA atau Video Graphic Array adalah
bagian pada laptop yang akan menentukan standar tampilan gambar pada sebuah
laptop. VGA harus dibaca sebagai sebuah kesatuan sebab menjadi implementasi
dari sebuah chip. Dengan adanya VGA ini dalam sebuah laptop, maka laptop
tersebut akan memiliki kemampuan untuk menampilkan suatu gambar dalam setiap
prosesnya.
Dalam sebuah VGA, terdiri dari beberapa
bagian seperti Memory, GPU (Graphics Processing Unit), dan Heatsink. Memory
pada sebuah VGA menjadi tempat penyimpanan informasi dari semua grafis yang ada
dalam sebuah laptop. Sementara GPU menjadi sebuah prosesor khusus yang bekerja
untuk mengoptimalkan proses tampilan grafis. VGA ini juga terhubung ke dalam
mainboard laptop.
8. System CPU Core
Secara garis besar, sebuah CPU atau
Central Processor Unit adalah bagian utama pada sebuah laptop. Prosesor umumnya
memiliki tiga bagian utama yakni Control Unit (CU), Arithmatic and Logical Unit
(ALU), dan Register. Masing-masing bagian ini memiliki tugas masing-masing pada
sebuah prosesor. Prosesor ini terhubung ke dalam sebuah chip bernama North
Bridge Chip.
Dalam sebuah CPU atau prosesor, terdapat
kode-kode yang menentukan kualitas dari CPU-nya tersebut. Bagian core
dari sebuah CPU menjadi hal yang patut diingat dalam cara membaca skema
mainboard laptop untuk CPU. Semakin banyak core yang dimiliki sebuah
prosesor, semakin cepat kinerja prosesor. Sebagai contoh, prosesor core i7
lebih cepat dari i3.










