Memahami cara kerja Motherboard laptop secara autodidak

Bagaimana memahami tentang Motherboard laptop meskipun ada tidak tahu sama sekali ,berarti tidak ada aba-aba (tanda) lokasi komponen di papan sirkuit . Pengetahuan perihal jenis komponen menurut aba-aba marking C(Capacitor),D (Dioda),F (FUSE),L (Inductor),R (Resistor),Q (Transistor) tidak sanggup diaplikasikan pada sirkuit ini.Ada yang menempatkan hanya beberapa tanda  untuk jumper point (JP) ,bahkan beberapa produsen motherboard laptop tidak lagi menempatkan aba-aba apapun kecuali seri manufaktur . Tanpa Kode lokasi dan inisial komponen ini akan menyulitkan bagi repairer dalam mencocokkan data power sequences  dikala menyelidiki kemudian lintas arus dan signal dalam sirkuit yang bermasalah.
Memahami cara kerja Motherboard laptop secara autodidak
Pemahaman mengidentifikasi rangkaian power ,titik ukur reset signal dan cara kerjanya tentu saja sangat diharapkan dalam menghadapi motherboard buta yang paling sering ditemukan pada sirkuit Asus dan Apple Laptop.

Mengidentifikasi Rangkaian

1.Rangkaian Blok Power

VALW ,adalah power yang telah tersedia pada titik titik tertentu dikala ADP+ supply masuk kedalam sirkuit Mulai dari power jack (PWR CORD) masuk ke dalam rangkaian melewati fariasi rangkaian pengaman,penguat dan penghemat daya .Pada motherboard tertentu rangkaian Adaptor ID ,yaitu sensor detector signal yang sanggup mengenali Adaptor original atau tidak.

Kita identifikasi dulu jalur yang niscaya ada dalam sirkuit laptop yaitu rangkaian penguat dimana Mosfet transistor berperan sebagai penguat daya pada semua sirkuit laptop .Penguat ini masih dijalur VIN , kita menyebutnya dengan ADP FET , jikalau ADP+ supply telah lolos hingga ke resistor pembatas antara jalur VIN dan B+(VBAT) ,berarti CHARGER IC telah bekerja meloloskan driver gate ADP FET masuk ke system.

Cara gampang mendeteksi ADP+ sudah lolos ke jalur VIN  hingga ke B+ atau VBAT ,adalah mengidentifikasi Baterai Fet ,(terletak tidak jauh dari soket batrai) .jika pada pin 1,2,3 ADP+ telah hadir maka sudah dipastikan ADP+ sudah masuk ke jalur B+ atau VBAT. ADP+ harus terhenti di sini dan dihentikan meloloskan ADP+ ke pin 5,6,7,8. Jika ini terjadi dikala baterai terpasang maka ADP+ akan masuk ke baterai dan baterai akan short .

Lokasi charger IC biasanya berdekatan dengan soket baterai . Jika terjadi problem disini ,catat aba-aba bodi IC dan cari datasheetnya di internet untuk melihat deskripsi pin untuk mendata dan mencatat nilai titik ukur penting sesuai dengan fatwa reset signal.

Kemudian data SMPS IC ,mereka ditandai dengan dua buah inductor 3/5V dengan kapsitor smd atau polimer (tabung) berinisial j atau tertulis 6.3V .kemudian perhatikan disebelah atau disebaliknya rangkaian upper/lower mosfet transistor , mengidentifikasi mana upper dan yang mana lower Mosfet transistor dalam rangkaian ini ialah dengan cara mengukur pin 1,2 dan 3 mosfet  yang terukur impedansinya 0 ohm terhadap ground  pastilah mosfet ini ialah lower side . Pastikan impedansi lower transistor antara pin 1,2,3 dengan 4,5,6,7,8 seharusnya tidak terbatas . Menguji Upper side mosfet transistor sebagaimana yang telah kita ketahui ialah dengan cara mengukur Mosfet source pin 5,6,7,8 senilai ADP+ dan pin 4,5,6,7,8 ke pin 1,2,3 mosfet ini impedansinya harus tak terbatas ,jika impedansi rendah , sudah dipastikan mosfet dalam kondisi rusak/bocor .Ketahui juga bahwa masing masing gate mosfet transistor diatas ialah pin 4 dan keduanya terhubung ke SMPS regulator,jika pin ini short segeralah lepas kedua mosfetnya dan ukur impedansi tapak pin 4 ,jika terukur rendah berarti feedback dating dati SMPS regulatornya .

Jika rangkaian Upper lower side  diatas sudah didapati normal ,data hasil pengukuran VIN,ENLDO,LDO dan signal signal enablenya . Periksa juga supply LDO sebagai sumber tegangan Embedded Controler(EC) EC seharusnya  sudah menerima power supply sebesar 3VALW semoga VSB(Voltage switch button) , sebagai syarat sirkuit sanggup switch on(PWR_ON) dan tentunya power Bios IC  (Firmware storage) juga harus telah tersedia dimana mereka (EC dan Bios IC) saling berkaitan satu sama lain dalam mengoperasikan Sirkuit power management.

EC bios IC sanggup diidentifikasi di sekitaran EC ,tidak semua sirkuit yang memisahkan antara EC bios dan Main bios .jika ternyata tidak ditemukan BIOS IC ,maka EC bios ditulis eksklusif kedalam EC Chip atau tergabung didalam Main bios IC chip .Mereka membutuhkan power 3.3V pada pin 8,7 dan 3. Dan power 1.8V untuk type sirkuit yang telah mempunyai teknologi Low Voltage operation.
(catatan : pada sirkuit Samsung pin 3 dan 4 Bios IC memang terhubung ke ground)

2.Rangkaian VS (Voltage Switch)

Rangkaian VS gres hadir sehabis sirkuit di switch on/Power on. Untuk mendata power Memori,SB,Processor dan graphic chip kita sanggup mengindentifikasi setiap inductor masing masing bootable device ini. Umumnya mereka terletak besebelahan dengan device yang bersangkutan . Contoh inductor memori akan terletak erat soket memori,inductor processor akan terletak erat dengan soket processor dan begitu seterusnya. Rangkaian power bootable device ini juga mempunyai Regulator IC dan upper/lower side transistor . Cara kerjanya hampir sama dengan SMPS DC/DC regulator ,hanya saja output diadaptasi dengan masing masing kebutuhan bootable device .

Jika menemukan short pada jalur VS , sebaiknya segera melepas inductor dan lakukan pengujian short tiba dari rangkaian regulator atau ada feedback di jalur outputnya ,kemudian data maximum tegangan yang diizinkan masuk ke jalur itu dengan cara mengidentifikasi kapasitor yang terletak pada output inductor,jika mempunyai tanda d atau 2.5V ,maka itulah nilai maksimal tegangan yang boleh di suntikkan ke jalur itu  .Kelebihan daya yang masuk akan menjadikan hampir seluruh komponen pada jalur tersebut akan rusak atau cacat.

3.Rangkaian Reset Signal

Mengidentifikasi EC tentu saja tidak akan sulit bagi teknisi ,berbentuk petak besar mempunyai 128 pin ,yang masing masing sisi berjumlah 32 pin.

Reset signal kebanyakan diukur dari pin pin EC ,mulai dari signal ACIN_OC# jikalau sudah hadir pada EC, tidak perlu lagi teknisi menyelidiki blok SMPS dan Charger.

ECRST# ialah embedded controller power OK ,jika signal ini hadir senilai 3Volt sanggup dipastikan EC dalam kondisi baik dan tidak perlu melaksanakan penggantian kecuali ada permasalahan lainnya diluar kendali input output power management system .Dalam arti kata signal reset ini hanya berlaku untuk pengaturan power .

RSMRST# ialah reset singnal konfirmasi bahwa EC,IC BIOS dan firmwarenya sudah bekerja .

Kedua nama signal reset diatas umumnya diberikan penamaan yang sama pada semua merek Embedded controller (EC) . Dalam rangkaian  akan ditemukan beberapa signal yang fungsi dan cara kerjanya sama tetapi dengan penamaan yang berbeda ,bahkan terletak pada pin yang berbeda walaupun signal ini mempunyai fungsi yang sama .Pemahaman perihal banyak sekali merek EC dan fariasi nama nama signal Power switch dari tombol power ke EC ,signal EC menghidupkan SB dalam rangkaian system switching wajib diketahui untuk sanggup mengikuti metdoda analisa sirkuit ini.

NBSWON#EC_SW#,EC_PWON beberapa nama signal ini akan didapat dari banyak sekali brand Embedded controller ,berbeda manufaktur menciptakan beberapa perbedaan penamaan pada signal ini. Ini ialah signal VSB (power switch) yang di trigger dari tombol power kepda EC .Saat tombol power di tekan VSB akan disatukan kepada ground sekali sentuh dan dilepas kembali  dan signal ini akan terbaca oleh EC sebagai perintah mengaktifkan Power S5 dan mengaktifkan semua power untuk bootable device.

Kita sanggup memperlihatkan trigger eksklusif pada EC dengan cara menyentuhkan VSB+ ke ground selama 1-2detik ,jika permasalah pada tobol power dan koneksi jalurnya ke EC maka sirkuit tetap akan hidup.

DNBSWON#,PM_PWR_BTN# (beberapa nama signal ini akan didapat dari banyak sekali brand Embedded controller ,berbeda manufaktur menciptakan beberapa perbedaan penamaan pada signal ini) .ini ialah signal trigger untuk menghidupkan Soutbridge . Signal ini akan hilang jikalau SB short ,atau bab switching system di dalam SB chip bermasalah .

PM_PWRGD ,SB_PWROK ialah signal Soutbridge/PCH power good , jikalau signal ini hadir senilai 3VS (diukur dikala telah sanggup di switch on) maka dipastikan SB/PCH chip dalam kondisi baik.
PM_SLP_S3# SLP_S5#,SUB#,SUSC#,SUSP# ialah signal laporani dari SB ke EC bahwa southbridge sudah bekerja .

EC_SLP_S3#SLP_S5#,mainon#EC_SUSB/C/P#,SUS_ON,VR_ON,Backlight_EN# dan lainnya ialah enable signal yang dikirim untuk mengaktifkan VS (Voltage switch) power .

Untuk mempercepat proses analisa yang setiap kali akan melaksanakan pendataan harus mencari datasheet IC nya dan terkadang tidak ditemukan ,penggunaan boardview akan sangat membantu.
Board view ialah peta sebuah sirkuit ,kita sanggup mencocokkan tata letak komponen pada sirkuit yang tidak menyediakan aba-aba lokasi komponen. Saat kita ingin melihat deskripsi pin dari sebuah komponen , cocokkan tata letak komponen tersebut dengan yang ditampilkan boardviewer , layout pada boardviewer juga sanggup dibolak balik jikalau komponen yang hendak dicari berada disisi lain dari yang ditampilkan.

Setelah menemukan komponen yang dicari ,klik pada komponen yang terlihat pada boardviewer dan aktifkan fitur show pin . maka pin dan letak masing masing nama signal dan power akan terlihat dan sanggup sebagai pola titik pengukuran.

Untuk mengetahui hubungan antar signal dan power ,dimana sumber input output sanggup mengunakan fitur SHORT ,maka semua komponen yang dilewati oleh satu nama signal atau power akan terlihat pada boardviewer.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel